BLOG PRAJURIT

PRAJURIT KOMANDO BERJIWA KSATRIA

Satpol PP mengalahkan Militer

Suatu fenomena yang semakin berkembang, dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pendaftaran untuk masuk Satpol PP ternyata lebih besar dibandingkan pendaftaran masuk TNI. Saat ini yang daftar seleksi satpol PP sejumlah hampir 300 orang, di waktu yang tidak terlalu jauh selangnya pendaftaran Secata TNI AD mencapai 100 orang lebih. Bayangkan. 1 banding 3.

Ternyata pemuda Indonesia khususnya di tempat saya, lebih senang menjadi anggota Satpol PP dibandingkan TNI. Popularitas TNI kalah dibandingkan rekannya. Atau malah karena mereka tidak bisa berfikir jernih? Ayo kita bandingkan hasil lulusan pendidikannya saja.

Secata TNI:
1. Lulus langsung kerja, gaji utuh, status jelas
2. Kerjanya latihan
3. Penempatan sesuai perintah Komando atas.

Satpol PP:
1. Lulus langsung kerja, gaji standar tenaga honorer, status tenaga kontrak 1 tahun.
2. Kerjanya menjaga ketertiban, salah satunya yg ekstrim membongkar pedagang kaki lima
3. Penempatan di daerah asal.

Dari ketiga komponen itu ternyata untuk mencari nafkah jelas lebih terjamin jadi anggota militer dong, berhenti kerja kalau sudah pensiun atau mati. Sedangkan Satpol PP cuma kontrak setahun saja. Lalu apa yang menyebabkan peminat Satpol PP lebih tinggi? Ternyata no 3 yang berperan, banyak yang tidak mau pindah dari kampung halaman. Takut pisah dengan keluarga, orang tua dan kawan. Yah kalau bisa lahir di sini sampai mati pun di sini. Begitu prinsipnya. Bahkan kawan saya SD sampai sekarang juga masih tinggal di tempat, jagain warisan orang tua.

Hehe beda dengan saya, lahir di Sumatra, kerja di Jawa, pindah ke Sulawesi, tugas di Papua, punya rumah di Bandung, sekarang di Kalimantan. Pindah terus menyusuri Indonesia. Tour of area. Kalau pelaut bilang ” join the navy and see the world” Kalau saya mah join the army and see Indonesia ajalah

28 Januari 2010 - Posted by | Artikel bebas, rekrutmen | , , , , , , , , , , ,

43 Komentar »

  1. masuk bayar brp dlu bung??
    alesan krgnya minat ke TNI Polri itu karena daftarnya penuh sogok sogokan berani bayar berapa baru bsa masuk… itu realitanya bkn masalah penempatan kerjanya… namun karena di instansi TNI Polri masuknya saja harus berani bayar berapa alias pungli!!

    Komentar oleh Elang Nagara Yanottama | 27 September 2016 | Balas

  2. polisi menilang,sekarang coba pikir siapa yang salah? jika anda melengkapi kesetandaran berlalu lintas,kami pasti akan mempersilahkan anda melanjutkan perjalanan. . itu bukan buat kami tapi buat anda sendiri yg di arahkan supaya berkendara dengan memenuhi standar berkendara. .coba kalau tidak ada aturan berkendara dan tidak ada polisi,anda2 ini lantas bagaimana? coba bayangkan,lalu lintas semrawut,dll. .anda masih menyalahkan kami? sekali lagi itu salah anda sendiri yg menyuap,dan salah anda sendiri yang tidak mematuhi berlalu lintas yg aman,karna kita tidak hidup sendiri,ketidak lengkapan kita berlalu lintas bisa saja tidak hanya membahayakan diri sendiri dan orang lain. .

    Komentar oleh juna | 10 November 2015 | Balas

  3. Sesama Abdi Negara aja kok sombongnya minta ampun ni loreng. Sesama pesuruh di negeri ini aja sok jadi yang paling tinggi. Mau lo PNS, TNI, Polri toh semua Pegawai Negeri. Digaji oleh APBN/APBD. Prajurit bodoh yg ga mengenyam pendidikan ni yg punya blog. Bisanya pake otot, otak ga dipake. Kalo perang paling depan jadi umpan peluru akibat begonya. Hahaha. Seragam lo bawa mati aja bos gantiin kain kafan.. PRAJURIT TOLOL BIKIN MALU KORPS lu.

    Komentar oleh abdi negara | 15 Juli 2014 | Balas

  4. Pada Kerja aja yang Bener loee Loee pada.. Tar di Pecat Pimpinan pada Nangis dah.. HahahaAA.. Salam Yudha Brama Jaya

    Komentar oleh Pangeran Keblangsak | 26 Februari 2014 | Balas

  5. ternyata lebih mudah perang melawan penjajah dari pada perang melawan bangsa mu sendiri

    Komentar oleh korik hidayat | 24 November 2013 | Balas

  6. kalo q milih TNI sangat berwibawa dan luhur,.udah dengar nama Pol. Aja q dah benci ,eh apalagi satpol pp..polisi gue benci banget,bnyak polisi gendud combong bnyk tingkah dan sok yes ,merasa pnya seragam seenak nya sendiri,coba seragam lepas sama aja dgan gue ..apalagi polisi yg lapar keluyuran nilang mtor asal2n ,gue sumpahin polisi matinya ketabrak ,gue dah gak pecaya ato patuh dgn polisi..satpol pp penjahat orang miskin preman berseragam…kalo TNI yg gue lhat dkamung orangnya sopan santun n gak combong,pak presiden tolong alihkan keamanan masyarakat kepada TNI aja

    Komentar oleh veteran reza | 10 November 2013 | Balas

  7. TNI KEPARAT. TAU NYA CUMA MAIN JUDI,MABUK,N PEREMPUAN. ANJING TU TNI. MKN GAJI BUTA. TAK ADA KERJA,TAK AD PERANG. KESEJAHTERAAN JALAN TERUS. PARA ANGGOTA TNI SMUA NY BAJINGAN. KALAU MABUK SUKA RESEK N BUAT MASALAH. BERANTEM NY BERANI RAMAI2. KALAU BERANI,AKU TANTANG 1 LAWAN 1. AKU TINGGAL DI KALBAR. UDH PERNAH MUKUL ANGGOTA TNI,GARA2 SOK JAGO N RESEK. YG TIDAK SUKA SM KOMENTAR KU TERSERAH. AKU BICARA FAKTA N REALITA. SEKALI LAGI, KEPARAT APARAT TNI 1000X.

    Komentar oleh Ifan | 25 Agustus 2013 | Balas

    • kalbar nya dimana? Kalbar kan luas… sma aja bohong klo nggak cantumin alamat rumah….

      Komentar oleh kanjut | 27 Juli 2015 | Balas

  8. mohon ijin masuk < satpol pp berdasarkan uu no 32 th 2004 pasal 148 disitu jelas mengemban pelaksana penegakan perda dan trantibum , perlu diingat di atpol pp banyak perwiranya dari stpdn >> mau TNI POLRI polpp itu sama saja abdi negara bosss …. PUNYA TUGAS DW DW<<<TOH TNI POLRI JUGA DANA DARI APBN APBD JG DIKASIH DARI PEMERINTAH <LA SATPOL ITU KAN YG MBENTUK YA PRESIDENN… COBA TUH SEJAK TH 1950 BOYYY,,,MAKAAA ;;; masing masing punya garis dw dw,,,, gua aja lulusan stpdn bangga kok jadi satpol pp<dan abang saya jg akpol kami jg tak saling ejek karena kalau diteritorial smua saling membutuhkan <<<< sy dinas di jateng

    Komentar oleh satriya w,sstp.mm | 8 November 2012 | Balas

    • maaf bang
      carra daftar pol pp gimana ya,,,??

      Komentar oleh putra | 19 Juli 2013 | Balas

  9. Hinaan dan cacian dah sering kami dengar,, Kami sadar diri, tugas penegakan perda memang selalu bersentuhan dengan masyarakat (kebanyakan rakyat kecil, yang selalu di ekpos media), sehingga hal tersebut menimbulkan kesan satpol pp semena-mena, menindas rakyak kecil, menggusur pkl, menggusur perumahan kumuh di bantaran sungai, menangkapi gelandangan dan pengemis,, dan masih banyak tugas lain yg sering disalah artikan oleh masyarakat, Padahal seandainya anda tahu kenapa pol pp menggusur pkl? oh ternyata pkl berjualan di trotoar/di jalur hijau, seandainya mereka gak ditertibin trotoar yg jadi hak pejalan kaki diserobot PKL untuk menggelar dagangan (pol pp jahat kah membela kepentingan masyarakat yang lebih luas?), Knapa Pol PP menggusur perumahan kumuh di bantaran sungai? mereka kan juga butuh tempat tinggal? betul, semua butuh tempat tinggal, semua warga negara berhak hidup, tahukah kalian jika dibiarkan mereka mendirikan bangunan di pinggir sungai aliran sungai jadi semakin sempit, akhirnya kalo hujan air meluap karena bantaran sungai sudah tidak bisa menampung volume air hujan, akhirnya banjir,, yang rugi siapa coba? pikir sendiri ya!! trus knapa satpol pp bla,,bla,,bla,, dst, semua tindakan kami (satpol pp) adalah tindakan dalam rangka penegakan perda,, yang mana perda adalah produk hukum kepala daerah(gubernur/bupati/walikota) dan DPRD!! Nah,, pikir siapa yang salah? POL PP menjalankan tugas/ kami hanyalah petugas pelaksana/ kami tidak menyusun perda!! baiknya kalo kalian gak terima dengan ketugasan SatPolPP tersebut demolah bupatinya/DPRDnya yang menyusun dan mengesahkan Perda tersebut!!

    Komentar oleh Praja 1950 | 29 Oktober 2012 | Balas

    • setuju boss…..salam dari ane satpol pp kota bekasi

      Komentar oleh sulaeman | 30 Agustus 2014 | Balas

  10. Hargai Orang Lain Bro…!!
    Hak Mereka untuk Memilih mau dibawa kemana… hidup mereka..!!
    Jangan kau pikir berapa gajimu… pikir bagaimana pengabdianmu..
    Imbang kagak gaji yg kau tuntut – manfaat yg diperoleh darimu…!!
    – Kamu berani Jamin setiap orang yg mendaftar TNI di terima..!! kok merendahkan abdi pemerintah yg lain..!!
    – Bersatu aja bro.. berjalan bersama membangun negeri ini.. Mo perang sama sodara sendiri…???!!!!!

    Komentar oleh asyam | 22 Agustus 2012 | Balas

    • @asyam: iya Pak, karena setiap profesi itu juga kan mempunyai tugas spesifik masing2. Yang ditulis diatas kan opini pribadi aja karena memang profesi yang dijalankannya.

      Komentar oleh eggayudhanugraha | 24 Agustus 2012 | Balas

  11. Justru saya pikir mungkin lebih baik menjadi TNI seperti anda Pak, dengan kita ditempatkan di berbagai tempat di Indonesia, kita bisa lebih mengenal budaya dan lingkungan NKRI kita tercinta ini Pak.

    Komentar oleh Egga | 16 Agustus 2012 | Balas

  12. ari cahyoi wardana
    mempawah
    9 april 1987

    Komentar oleh ari cahyo wardana | 10 April 2012 | Balas

  13. ari cahyo wardana
    mempawah
    9 april 1987

    Komentar oleh ari cahyo wardana | 10 April 2012 | Balas

  14. ari cahyo wardana saputro
    mempawah
    10 april 1987

    Komentar oleh ari cahyo wardana saputro | 10 April 2012 | Balas

  15. Wah wah saya bangga dg pemuda2 indonesia yg pd umumnya pgn berbakti pd negara tercinta,saya berpesan semua profesi itu sama gk ada yg lbih utama dr lainya tggl yg menjalani udah bener2 kerja bt bangsa n orang banyak blm ato cm demi keptgngan pribadi gt aj,lgan jd tni ato polri ato satpol pp gk seenak yg kalian lihat n bayangkan kok kl bicara kebanggaan paling2 2 smp 3 bln dah gk kepake tuh kebanggaan,apalagi bg yg pengen pegang senjata saya jelaskan kl bw senjata itu mlh gk enak jg tgg jwbnya besar bung enakan gk bawa bsa nyaman, menurut saya di jaman yg serba sulit ini bukan gagah2an yg kt butuhkan tp gmn caranya supaya hidup keluarga kt bisa sejahtera dg uang yang halal,wiraswasta itu lbh menjanjikan kok jg gk terkekang peraturan key brow

    Komentar oleh odixs dirgantara | 1 Februari 2012 | Balas

  16. Bersyukurlah pada tuhan kalian sudah diberi kesempatan menjadi anggotaTNI/POLISI/POL PP,krn diluar sana msh byk orang yg tdk seberuntung kalian.Contohnya sy,sy sudah daftar TNI/POLISI,dll. Hanya saja saat itu orang tua sy kurang biaya.Sy sdh coba jalanin tes dr AKABRI/Akmil,Tes SCABA TNI&POLRI pun pernah,namun sy hny selalu sampai pada tes akhir yaitu pantukir.Sy yakin smua kmbali kepada garis takdir.Padahal semasa sekolah sy selalu menjadi juara&terbaik,berbagai cabang olah ragapun sy tekuni,dr renang,basket,beladiri karate,taekwondo&pencak silat.Bahkan demi untuk bekal sy tes di TNI/POLISI sy sambil bekerja sampingan.saat itu sy yakin akan masuk krn apa yg kurang dr sy tiggi 176cm,fisik&kesehatan sy bagus&sy siap dibentuk jd apapun&berbagai latihan keras ala militerpun sy lakukan,sejak dibangku.Memang sejak kecil sy sdh ditempa dgn berbagai cobaan.Jika kalian tahu sy memang bukan seorang abdi negara (TNI/POLISI/POL PP)namun sy ingin suatu saat nanti sy bs dikenal&berhasil di negara ini.Salam sukses&salam kenal dr saya YUDHA RIWAYADI untuk kalian semua.

    Komentar oleh yudha riwayadi | 27 Januari 2012 | Balas

  17. kalo mw jd pns yg lebih enak ya ngapain jd satpol pp, jd aj pns kantoran

    Komentar oleh republik | 13 Desember 2011 | Balas

    • yah betul ni.
      lgian klo mw alat negara tu minim pnya postur yg mantab. tinggi trutama.
      liat aja alat negara skrg bnyak yg posturnya d bwh rata rata.tu akibat maen duit semua…….
      g da yg d harumkan lah

      Komentar oleh adhi | 25 Desember 2011 | Balas

  18. lagipula satpol pp bs yg daftar banyak bukan karena tni sm polri kalah pamor tp karena setiap daerah dr tingkat kabupaten/kota sampe provinsi membuka masing2 pendaftaran disamping tes2nya yg lebih mudah

    Komentar oleh republik | 13 Desember 2011 | Balas

  19. yg satpol pp, kalo mw dipersenjatai ya palingan kalian maksimal paknya revolver, itu ud maksimal banget karena banyak sekali pro kontra, noh sempet satpol pp ad yg pake senpi tp ditarik setelah keluar permendagri yg baru, tp rekan2 kalian di polhut sm KPLP pd bw senpi y

    Komentar oleh republik | 13 Desember 2011 | Balas

  20. ya jd tni lebih mengharumkan kog, kenapa jd tni sm polri lebih sedikit drpd polri? soalnya satpol pp digaji kaya pns, ad yg tetep ad yg kontrak, ud gitu tugasnya ya td sesuai kebijakan daerah masing2, jd disini yg satpol pp atau simpatisannya ya jangan marah, mang satpol pp ya kerja ad yg tetep dan ad yg kontrak, noh tetangga gw 2 orang anggota satpol pp, satu punya mobil, satu lg cm punya motor dan mereka ya jd jawara2 lokal, palingan kalo saingan beraninya sm polantas sm sesama satpol pp daerah laen, coba suruh hadepin tuh infanteri atau brimob, ga ad maksud untuk menghina atau lebih tinggi, smwnya sama dan saling menghargai, hehe………
    tp ga ap2, bagus deh yg masuk satpol pp lebih banyak, ngurangin saingan yg pengen masuk tni/polri

    Komentar oleh republik | 13 Desember 2011 | Balas

    • yg penting skrg keja dn materi bos. bkn gengsi atw sekedar ingn memakai pakaian seragam kbanggaan. nonsens tu semu.
      lgian tni,polri hdpnya trkekang bagai brg dlm sngkar.hahaha
      mnding hdp pas pasan tp bebas dlm mlakukan kgiatan hdp yg hanya skali ini.
      loe pkir tu.

      Komentar oleh adhi | 25 Desember 2011 | Balas

  21. saya ingin jd polpp telepon saya 087828413911

    Komentar oleh Dimas Septy | 3 September 2011 | Balas

    • siapa juga yang mau sama anda …cupu

      Komentar oleh werewerewer | 12 Februari 2012 | Balas

  22. Kalau ada yang enak kenapa harus nyari yg tidak enak. Kalo satpol pp lebih enak kenapa harus maksa jadi tni? Kan gitu ya. Emang manusiawi banget kalo manusia pengennya yang enak-enak. Udah jadi kodratnya. Apalagi orang Indonesia hehe.
    Satpol pp bung, ditakuti ama pedagang kaki lima. Ada legalitas kekuasaan untuk bertindak atas nama peraturan. emang cocok untuk orang yang suka seenaknya, cari enaknya dan senak-enaknya.

    Komentar oleh boys | 14 April 2011 | Balas

  23. Ah, anda nulis seperti itu kan krn anda masih diliputi idealisme yang tinggi.Biasanya ini terjadi pada orang yang masih muda dan minim pengalaman. Saya jamin apabila pangkat anda sdh mentok, orang tua sering sakit-sakitan dan anak sudah mulai besar, anda akan berusaha dgn segala cara klo perlu pke duit untuk bisa balik ke kampung halaman atau paling tidak ke pulau Jawa. Saya bisa cerita gini krn pengalaman bokap. Bokap jg adalah tentara yang sdh kenyang keliling Indonesia. Jd point nya adalah : cobalah berpikir realistis, jangan melihat sesuatu itu hanya hitam dan putih, diantara hitam dan putih masih ada abu2 (grey area).Itulah yang disebut faktor X, jgn melihat sesuatu hanya berdasar rasio saja.Memang secara kasat mata jadi tentara itu lebih enak, tp belum tentu bung! Saya salut dengan pemuda2 yang memilih menjadi Satpol PP, karena selain menggunakan rasio mereka jg menggunakan pertimbangan lain yg hanya mereka sendiri yg tau.

    Komentar oleh Tyo | 10 Maret 2011 | Balas

    • badus….
      lgian ga da lah yg bs d bnggakan jd aparat skrg. rahasia umumnya adlh. maen duit semuanya…
      siapa yg bnyk duit jadi tak ada duit buang. itulah fakta skrg ingn mnjd aparat.

      Komentar oleh adhi | 25 Desember 2011 | Balas

  24. Mhon ijin bang.numpang lewat.Sebenarnya yang tidak berpikiran jernih ya abang. Sekarang ngapain susah2 cari duit, jauh dari rumah klo ada yang lebih enak.Klo aku ya pilih jadi Satpol aja.Kan PNS.Gajinya sama.Bisa deket kluarga lg (hal yang tidak bisa dinilai dg uang).Jadi berpikirlah yang jernih…

    Komentar oleh Fandi | 9 Februari 2011 | Balas

  25. Ternyata di jaman modern seperti ini masih ada orang yang menyanjung sendiri profesinya setinggi langit.Menganggap profesinya paling baik, paling suci dan paling sempurna.Menghina profesi yang lain karena dianggap rendah dan hina…Sungguh lucu loe menyalahkan para pemuda yang lebih memilih Satpol PP daripada militer.Menganggap para pemuda tsb tidak memiliki pikiran jernih. Loe seharusnya sadar mereka masing2 mempunyai pertimbangan sndiri2.Yang sebenarnya harus dipertanyakan adalah diri loe sendiri.Loe masih punya pikiran yang jernih atau tidak.Apa yang baik menurut loe belum tentu baik untuk orang lain.Ingat itu.Benar2 memprihatinkan ternyata masih ada pikiran2 sempit seperti ini.

    Komentar oleh joe | 9 Februari 2011 | Balas

  26. ikutan nimbrung om, dahulu kala,saat-saat jaman orba dan saya masih fit and fress,berkali-kali sya daftar tni atau polri,tp ya itu gagal terus he..he.. pd jaman itu yg namanya abdi negara yg namanya abri or tni menjadi primadona,citranya begitu melambung tinggi,harum semerbak melati,masalah pangkat nomor dua yg penting loreng dan baret,apalgi baret tertentu seperti blue or red,wah! udh disegani police or preman,maklum pda jaman itu militer dianakemaskan oleh sang penguasa,and law dijalan rayapun tak perlu helm plus berkas2 kndaraan,mtr bodongpun tancap gas he..he..and police,pun cuma jadi sleeping police law ada razia he..he..tapi…! itu dulu bosss..! he..he.. skrng jaman dah brubah,orng yg bisa hidup enak,krja ngg trlalu cape,gaji jalan,status pns alias tetap plus ngg prlu buanyak2 latihan kya tni,skrng untk jadi tni,law sya msih sprti jaman dahulu,kyany mikr dulu bahkn ngg kefikran deh! he..he.. lho! ko begitu!? lha iya lah! udh msknya aja ngejelimet,trus udh jdinya cape latihan mulu,law dijalan kena tilang police,lam melanggar kena ham and kode etik,pangkat patipun sulit jadi birokrat apalgi pamen ke bawah,sebab ngg kya jaman dulu,birokrat serba militerisasi,dari pangdam sampe dandim megang posisi penting dipemda,nah! intinya jaman dah brubah gan! hidup enak and nyaman,lam bisa jadi police lebih menjanjikam law tdk bisa satpol pp okeh deh! he..he..tapi syg ngg jadi keduanya cma ikut cerita dan mengamati prkembngan jaman,he..he.. peace..bro! dont angry yaaah..!

    Komentar oleh Japra | 9 Februari 2011 | Balas

  27. kok bisa ya anda koment seperti itu.kayaknya anda menganggap sebelah mata pol pp.asal anda tau aja anggota pol pp jga PNS.mereka bisa pindah ke bagian lain di dlm lingkup pemerintah daerah.memang ada pol pp di daerah lain yang honorer tp persentasenya sdikit sekali.didaerah saya smua anggota pol pp PNS.mereka semua mendapat pensiun yang jumlahnya sama dengan TNI/Polri.introspeksi dirilah kenapa animo pemuda pemudi masuk TNI kurang.jgn mencari kambing hitam.pol pp jg profesi.kedudukanya jg sama dg rekan2nya dr TNI/Polri.cma tugasnya aja beda.thx

    Komentar oleh ivan | 16 Juli 2010 | Balas

    • Kenyataannya seperti itu bos. kalo tidak dialami sendiri kan tdk mungkin ditulis.

      Komentar oleh prajuritkomando | 18 Juli 2010 | Balas

      • Kenyataan yang mana bung.anda menulis itu berdasarkan apa? hasil penelitian ?klo penelitian berapa responden yang anda teliti, metode apa yang dipake, brp sampling errornya.atau hanya berdasarkan hasil ngobrol di warung kopi?yang jelas dong.

        Komentar oleh ivan | 18 Juli 2010 | Balas

        • Kenyataan di lapangan lah. Beberapa saat yang lalu, saya memperhatikan kegiatan werving prajurit mulai dari tamtama, bintara dan perwira. Setiap pembukaan werving kan jelas berapa orang pesertanya. Darimana taunya, gampang aja yang terlibat panitia tes pasti tau secara otomatis itu.
          Nah satpol pp juga ngadain tes bung, walaupun waktunya beda. Dari gelombang pendaftaran itu kan keliatan berapa orang sih yg ngedaftar. Berapa orang yang akan diterima juga disampaikan ama panitianya. Mereka (panitianya) belum ada kemampuan untuk mengadakan tes kesehatan, tes samapta, dan tes psikologi. Semua yang saya sebut itu judulnya minta tolong kerjasama dgn instansi militer untuk realisasinya. Yang tidak sesuai standar tinggal saya centang nomornya, ini lulus ini tidak lulus. Kok bisa ? gampang aja, yg terlibat panitia pasti bisa.
          Kira-kira udah jelas belum ya?
          Kalo di tes psikologi bisa keliatan yang mana masuk persyaratan perwira, yang mana bintara dan yang mana tamtama. Tidak akan bisa orang dgn psiko tamtama masuk golongan perwira. Anda keliatannya masuk gol tamtama deh kalo di militer walaupun bicaranya tentang metode penelitian.

          Komentar oleh prajuritkomando | 24 Juli 2010 | Balas

          • wakakak…ternyata anda masih belum paham tentang komen yang saya berikan.Yang saya maksudkan adalah pernyataan tentang Satpol PP diantaranya adalah :
            Satpol PP:
            1. Lulus langsung kerja, gaji standar tenaga honorer, status tenaga kontrak 1 tahun.
            2. Kerjanya menjaga ketertiban, salah satunya yg ekstrim membongkar pedagang kaki lima
            3. Penempatan di daerah asal.
            Dari ketiga komponen itu ternyata untuk mencari nafkah jelas lebih terjamin jadi anggota militer dong, berhenti kerja kalau sudah pensiun atau mati. Sedangkan Satpol PP cuma kontrak setahun saja. Lalu apa yang menyebabkan peminat Satpol PP lebih tinggi? Ternyata no 3 yang berperan, banyak yang tidak mau pindah dari kampung halaman. Takut pisah dengan keluarga, orang tua dan kawan. Yah kalau bisa lahir di sini sampai mati pun di sini. Begitu prinsipnya. Bahkan kawan saya SD sampai sekarang juga masih tinggal di tempat, jagain warisan orang tua.

            Komentar oleh ivan | 9 Februari 2011 | Balas

          • Sorry bung komen saya tadi terpotong.Saya lanjutkan lagi.Apabila anda membuat kesimpulan tentu harus berdasarkan data-data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.Untuk poin nomor satu saja anda sudah salah.Anda menganggap semua Satpol PP adalah honorer, padahal itu hanya sebagian kecil saja.Karena sesuai PP No 6 Tahun 2010 Tentang Satpol PP yang merupakan revisi PP No 32 Tahun 2004 khususnya pasal 16 disebutkan bahwa anggota Satpol PP adalah PNS.Jadi kalau PNS ya gaji pokoknya sama dengan TNI/Polri bedanya cuma di LP saja.Jadi intinya jangan mengeneralisir.Untuk lebih jelasnya anda baca PP tersebut. Dijamin anda akan lebih paham tentang apa itu Satpol PP.Itu saja komen dari saya yang hanya dari golongan tamtama hehe…yang sekarang mendapat beasiswa tugas belajar dari Pemda di salah satu daerah di Jatim untuk melanjutkan studi selama 2 tahun di sebuah PTN di Bandung.Semoga anda yang berasal dari golongan diatas golongan saya yang hanya tamtama ini bisa memberikan pencerahan.Thx

            Komentar oleh ivan | 9 Februari 2011 | Balas

            • nyampah aja lah begini2an..sok pada pinter.padahal mah nihil.tetep aj lu pda cuma pelaksana,ga bsa buat keadaan lebih baik.mendingan gw lah,bsa ikut andil jd pembuat kebijakan.tnggal nyuruh kalian2 yg ngelaksanain kebijakan gw.hahaha

              Komentar oleh siska | 22 Juli 2012 | Balas

  28. ya..prinsip orang berbeda-beda mas,..tapi saya suka dengan prinsip anda..
    salam

    Komentar oleh doni | 22 Februari 2010 | Balas

    • Semua’Nya KATRO.. Kerja aja └őέ yang Bener.. Toh ujung”nya └őέ udah Tua MATI

      Komentar oleh Pangeran Keblangsak | 26 Februari 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: