BLOG PRAJURIT

PRAJURIT KOMANDO BERJIWA KSATRIA

INIKAH PROVOKATOR ITU?

Salam sejahtera semua…
Baru kali ini saya muncul kembali, setelah merenung apakah akan melanjutkan blog ini atau tidak. Bila saya lanjutkan maka ada oknum yang akan kehilangan “uang tambahan”. Bila STOP disini maka akan banyak pula calon prajurit yang akan kehilangan informasi berharga.

Saya putuskan LANJUT SAJA…what the hell.
Maaf bila email, atau sms belum dibalas, berhubung saya lagi berpikir-pikir sebelum ini. Mudah-mudahan tetap lanjut seterusnya.

Ini saya lampirkan respon dari seseorang mengenai blog ini:

Tulisan ini terlalu menggampangkan, yang jelas tetap saja uang yang berkuasa karena birokrasi negara kita memang sudah begitu. tahun 2007 angkatan darat tiap kodam hanya menerima 300an orang saja untuk masuk SECABA, faktanya yang mendaftar lebih dari 1000 orang. kalau ada 300 orang yang memakai “uang” berarti jatahnya sudah jelas untuk mereka diprioritaskan. bagaimana dengan yang 700 orang lagi?? itu tergantung NASIB. walupun mereka lolos semua tes, belum tentu LULUS, karena ada yang pake “uang” tadi. yang LULUS murni biasanya kurang dari 5% saja sebagai formalitas, silakan saja coba kalau tidak percaya…

Bagaimana menurut anda?
Apakah benar seperti itu, atau hanya kesimpulan seseorang yang mempuyai kepentingan tertentu?
Tidak bisa dipungkiri kalau yang pake UANG lolos masuk pendidikan. Dan tidak bisa dipungkiri pula bahwa tanpa UANG pun anda bisa lolos masuk pendidikan.

Saya sebagai perwira tidak rela bila anggota saya berasal dari orang yang NYUAP masuk TNI dan ternyata sebenarnya tidak mampu jadi tentara. Senior saya juga tidak rela institusi TNI dirusak dari dalam (dari rekrutan yg nyuap). Idealisme itu tetap ada. Rasa takut akan dosa dan neraka tetap ada. Uang bukan segala-galanya.

Negara membutuhkan pemuda yang memenuhi syarat untuk masuk jadi anggota TNI. Dari 1000 orang tidak mungkin tidak ada orang tidak memenuhi syarat. Emang begitu jelekkah kualitas pemuda Indonesia? Kalaupun dia pake UANG, itu karena dia memenuhi syarat menjadi tentara. Cuma karena tidak tahu saja atau karena mendapat informasi yang salah saja maka dia tertipu oknum. Akhirnya uang mengalir ke oknum tersebut.

Yakinlah bahwa masih banyak Perwira TNI yang perduli dengan institusinya. Calon tentara yang unggul tidak akan dibuang. TNI tidak mau rugi dengan tidak meloloskan calon prajurit yang potensial.

19 Desember 2010 - Posted by | motivasi | , , ,

6 Komentar »

  1. ASALAMU ALIKUM….<<<<
    saya orang yang tak mampu..tpi cita2 sya jdi tentra sangt lh besar….
    maaf bukan nya sya putus asa …
    stlah sya melihat informasih ini…semangat sya berkurang total tuk jadi pengabdi negara ….
    kenpa…<<<orang miskin selalu yang di tindas seperti ini …
    apa kmi orang miskin tidak bisa bercita2 menjadi TNI…..KNPA,,,<<<<,
    sya ingin jman seperti naga bonar yg mengabdi kpada negara yg berhak atas pengbab dian tersebut.

    Komentar oleh syaban | 22 April 2016 | Balas

  2. menyogok untuk jadi seorang “ABDI NEGARA” sebenernya lucu juga yah, mereka mau jadi abdi negara loh.. tapi kok harus nyiapin uang. kesannya ga masuk akal tapi setelah saya lihat sendiri ternyata fenomena itu memang ada, teman saya sebut saja si A jasmani ranking 1 tapi dia tidak di bawa ke tingkat pusat, sedangkan teman saya sebut saja B dia gagal di daerah tapi si B tiba-tiba muncul di pusat dan akhirnya pendidikan juga. siapa yg salah oknum TNI atau jaringan yg sudah ada dan tidak bisa diberantas?

    kasian bangsa Indonesia kalau pagar bangsa yg seharusnya terpilih untuk menjaga keutugan NKRI harus bobrok karena moral rusak seperti mereka.

    Komentar oleh nanonano | 5 Februari 2014 | Balas

  3. Diperlukan usaha yg keras untuk memberantas oknum sperti itu.Bgaimana para pemuda akan lbh mencintai tanah airnya jika jalan mrka tuk mgabdi pd negara dpersulit sprti itu?N maaf,apa oknum itu sdar bhw uang yg mrka mkan dgn kluargany bkn dr hsl yg halal mbuat tbhnya akn dpggang api neraka n mbuat htinya akn sulit dnasehati ttg kbnarn.Naudzubillahi mindzalik.Jgan sampai saudara2ku kt mlakukany:-)

    Komentar oleh Ana rosiana | 1 Agustus 2013 | Balas

  4. Benar sekali om , Masuk tentara itu bagi saya adalah sebagai wujud cinta tanah air rasa sayang terhadap tanah ibu pertiwi , maka sebagai pemuda harus turut serta berperan menjaga kedaulatannya tapi mengapa untuk mengabdi sebagai seorang Prajurit Dua kita harus mengalokasikan dana yg tdk sedikit jumlahnya? Ironis memang dgn ulah oknum yg tdk brtanggung jawab , saya berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi di kemudian hari ,

    Komentar oleh Arie Prayojhie | 11 Maret 2013 | Balas

  5. hal seperti inilah Pak yang saya dengar, bisakah oknum seperti itu dilacak dan kalau bisa ditiadakan karena dengan adanya hal tersebut secara tidak langsung merusak citra TNI Pak.

    Komentar oleh Egga | 17 Agustus 2012 | Balas

  6. gigi saya tidak rajin , ada yang gengsot di depan . .apakah saya bisa masuk TNI . .dan saya mau tanya pendaftaran bintara TNI AL kapan . .??? terima kasih

    Komentar oleh alfian rioreza herdanta | 26 Juni 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: